intanoorahma

WELCOME TO MY ANOTHER WORLD FANS :") ENJOY WITH MY PAGE :D

AKHLAK TERPUJI DAN AKHLAK TERCELA DALAM HUBUNGAN DENGAN KEHIDUPAN MUSLIM YANG MODERN

on August 11, 2012

 

 

 

Disusun Oleh :

Intan Noor Rahmasari                                     1101045145

Kelas 1D

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

 Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

2011

  ——————————————————————————————–

KATA PENGANTAR

            Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini sebagai tugas pengganti dari ujian tengah semester tepat pada waktunya. Makalah ini membahas tentang akhlak terpuji dan akhlak tercela dalam hubungan dengan kehidupan muslim yang modern..

Dalam penyusunan makalah ini, Penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Allah Yang Maha Esa.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.

Jakarta, 26 November 2011

Penulis

——————————————————————————————————————————

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar belakang

Keberhasilan Rasulullah Saw dalam menyebarkan agama Islam benar-benar mengagumkan. Hanya dalam waktu kurang dari 25 tahun beliau berhasil mengubah masyarakat jahiliah yang sangat dekaden menjadi masyarakat yang berperadaban tinggi dan sangat disegani bangsa-bangsa di sekitarnya. Beliau berhasil menegakkan suatu negara yang oleh sosiolog modern seperti Robert M. Bella diakui sebagai negara yang boleh disebut sebagai negara modern.

Konstitusinya yang dikenal dengan Piagam Madinah (Al-Shahifah Al-Madinah) dipandang oleh Cak Nur (Dr. Nurcholish Madjid) mirip dengan Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatur suatu masyarakat majemuk. Kemudian, tidak lebih dari 200 tahun bangsa Arab telah menjadi satu-satunya super power di dunia saat itu, tidak saja dalam bidang politik, tetapi juga dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Hingga abad 18, karya-karya kaum Muslim zaman Abbasiah dipelajari dan dijadikan referensi di berbagai perguruan tinggi Eropa. Oleh karena itu, para sejarawan dan ahli-ahli dalam berbagai disiplin ilmu, baik dari kalangan Islam sendiri maupun dari luar Islam, terus-menerus mempelajari sejarah hidup Rasulullah saw. Mereka yakin, di dalam dakwah Rasulullah saw., terdapat kunci-kunci sukses yang dapat diteladani dan direaktualisasikan di zaman modern. Dengan semangat seperti itulah tulisan ini disajikan.

2. Rumusan Masalah

Dalam makalah ini secara garis besar rumusan masalahnya adalah :

a)      Apakah pengertian moral dan akhlak ?

b)      Bagaimanakah cara untuk pembangunan moral,akhlak dan prilaku muslim yang modern?

c)      Seberapa pentingkah akhlakul karimah dalam kehidupan modern?

d)     Apasajakah yang termasuk dalam akhlak mazmumah?

e)      Bagaimanakah ciri-ciri muslim yang modern ?

3.Tujuan Penulisan dan Pembuatan makalah

Adapun beberapa tujuan yang terangkum secara umum dalam penulisan makalah ini ialah mempunyai beberapa tujuan secara khusus adalah sebagai berikut :

1)      Untuk mendeskripsikan pengertian moral dan akhlak

2)      Untuk mengetahui cara membangunan moral,akhlak dan prilaku sebagai muslim yang modern

3)      Untuk mengetahui seberapa pentingnya akhlakul karimah dalam kehidupan modern

4)      Agar manusia mengetahui akhlak mazmumah

5)      Agar manusia mengetahui ciri-ciri muslim yang modern

——————————————————————————————————————————

BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian Moral dan Akhlak (etika)

Moral adalah prinsip-prinsip yang berhubungan dengan benar atau salah, pengertian tentang perbedaan antara salah dan benar. Sedangkan akhlak ialah seperangkat tata nilai yang bersifat samawi dan azali, yang mewarnai cara berfikir, bersikap dan bertindak seorang muslim terhadap alam lingkungannya.  Menurut Al-Ghazali :

Akhlak ialah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang daripadanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah, dengan tidak memerlukan pertimbangan pikiran lebih dahulu.Akhlak umumnya disama artikan dengan arti kata budi pekerti, kesusilaan atau sopan santun dalam bahasa Indonesia, atau tidak berbeda pula dengan arti kata ethic (etika).

Dimana-mana setiap kesempatan dan situasional orang berbicara tentang etika. Memang etika ini menarik untuk dibicarakan, akan tetapi sulit untuk dipraktekkan. Etika adalah sistem daripada prinsip-prinsip moral tentang baik dan buruk. Baik dan buruk terhadap tindakan dan atau perilaku.

Ethics dapat berupa etika (etik), yaitu berasal dari dalam diri sendiri (hati nurani) yang timbul bukan karena keterpaksaan, akan tetapi didasarkan pada ethos dan esprit, jiwa dan semangat. Ethics dapat juga berupa etiket, yaitu berasal dari luar diri (menyenangkan orang lain), timbul karena rasa keterpaksaan didasarkan pada norma, kaidah dan ketentuan. Etika dapat juga berarti tata susila (kesusilaan) dan tata sopan santun (kesopanan) dalam pergaulan hidup sehari-hari baik dalam keluarga, masyarakat, pemerintahan, berbangsa dan bernegara. Dalam kelompok tertentu misalnya memiliki kode etik, rule of conduct, misalnya students of conduct, kode etik kedokteran, dan atau kode etik masing-masing sesuai dengan profesinya.

Kesusilaan adalah peraturan hidup yang berasal dari suara hati manusia. Kesusilaan mendorong manusia untuk kebaikan akhlaknya. Kesusilaan berasal dari ethos dan esprit yang ada dalam hati nurani. Sanksi yang melanggar kesusilaan adalah batin manusia itu sendiri seperti penyesalan, keresahan dan lain-lain.

Kesopanan adalah peraturan hidup yang timbul karena ingin menyenangkan orang lain, pihak luar, dalam pergaulan sehari-hari, bermasyarakat, berpemerintahan dan lain-lain. Kesopanan dasarnya adalah kepantasan, kepatutan, kebiasaan, kepedulian, kesenonohan yang berlaku dalam pergaulan (masyarakat, pemerintah, bangsa dan negara). Kesopanan dititik beratkan kepada sikap lahiriah setiap subyek pelakunya, demi ketertiban dan kehidupan masyarakat dalam pergaulan. Sanksi terhadap pelanggaran kesopanan adalah mendapat celaan di tengah-tengah masyarakat lingkungan dimana ia berada, misalnya dikucilkan dalam pergaulan.
Apabila kita berbicara tentang etika ini, maka akan kita temukan beberapa pengertian antara lain :

a. Etika : sistem daripada prinsip-prinsip moral, dapat juga berarti rules of conduct, kode sosial (social code), etika kehidupan. Dapat juga berarti ilmu pengetahuan tentang moral atau cabang filsafat.

b. Ethos (jiwa) : karakteristik dari masyarakat tertentu atau kebudayaan tertentu.

c. Esprit (semangat) : semangat d’corps, loyalitas dan cinta pada kesatuan, kelompok, masyarakat, pemerintah dan lain-lain.

d. Rule (ketentuan, peraturan) : ketentuan-ketentuan dalam kebiasaan pergaulan masyarakat yang memberi pedoman atau pengawasan atau kegiatan tentang benar dan salah.

e. Norma : merupakan standar, pola, patokan, ukuran, kriteria yang mantap dari masyarakat atau pemerintah.

f. Moral : prinsip-prinsip yang berhubungan dengan benar atau salah, pengertian tentang perbedaan antara salah dan benar.

http://www.scribd.com/doc/8365104/PENGERTIAN-ETIKA

 

2. Pembangunan Moral,Akhlak dan Prilaku Muslim yang Modern

Keberhasilan dan kegagalan pembangunan moral dan akhlak pada sikap dan prilaku muslim yang modern terletak pada pribadi muslim itu sendiri. Apabila moral dan kode etik dijunjung oleh setiap individu maka tatanan kehidupan tersebut akan mengarah pada kepastian masa depan yang baik, dan apabila sebaliknya moral dan kode etik tidak dijunjung maka keterpurukan dan kemungkinan dari termarjinalisasi oleh lingkungan akan terjadi.Pembentukan prilaku muslim yang modern merupakan salah satu cara untuk membantu pembangunan moral dan akhlak setiap pribadi.Faktor-faktor pembentuk perilaku antara lain :

Faktor internal :

1. Instink biologis, seperti lapar, dorongan makan yang berlebihan dan berlangsung lama akan menimbulkan sifat rakus, maka sifat itu akan menjadi perilaku tetapnya, dan seterusnya
2. Kebutuhan psikologis, seperti rasa aman, penghargaan, penerimaan, dan aktualisasi diri
3. Kebutuhan pemikiran, yaitu akumulasi informasi yang membentuk cara berfikir seseorang seperti mitos, agama, dan sebagainya

Faktor eksternal

1. Lingkungan keluarga

2. Lingkungan social

3. Lingkungan pendidikan.

Dalam konsep Islam,Prilaku dan karakter tidak sekali terbentuk, lalu tertutup, tetapi terbuka bagi semua bentuk perbaikan, pengembangan, dan penyempurnaan, sebab sumber karakter perolehan ada dan bersifat tetap. Karenanya orang yang membawa sifat kasar bisa memperoleh sifat lembut, setelah melalui mekanisme latihan. Namun, sumber karakter itu hanya bisa bekerja efektif jika kesiapan dasar seseorang berpadu dengan kemauan kuat untuk berubah dan berkembang, dan latihan yang sistematis.

M. Anis Matta, Membentuk Karakter Cara Islam, Al-I’tishom Cahaya Umat, Jakarta, 2002

3. Akhlakul Karimah dalam Kehidupan Modern

Saat ini kita berada di tengah pusaran hegemoni media, revolusi iptek tidak hanya mampu menghadirkan sejumlah kemudahan dan kenyamanan hidup bagi manusia modern, melainkan juga mengundang serentetan permasalahan dan kekhawatiran. Teknologi multimedia misalnya, yang berubah begitu cepat sehingga mampu membuat informasi cepat didapat, kaya isi, tak terbatas ragamnya, serta lebih mudah dan enak untuk dinikmati. Namun, di balik semua itu, sangat potensial untuk mengubah cara hidup seseorang, bahkan dengan mudah dapat merambah ke bilik-bilik keluarga yang semula sarat dengan norma susila .

Kita harus kaya informasi dan tak boleh ketinggalan, jika tidak mampu dikatakan tertinggal. Tetapi terlalu naif rasanya jika mau mengorbankan kepribadian hanya untuk mengejar informasi dan hiburan. Disinilah akhlak harus berbicara, sehingga mampu menyaring “ampas negatif” teknologi dan menjaring saripati informasi positif.

Dengan otoritas yang ada pada akhlakul karimah, seorang muslim akan berpegang kuat pada komitmen nilai. Komitmen nilai inilah yang dijadikan modal dasar pengembangan akhlak, sedangkan fondasi utama sejumlah komitmen nilai adalah akidah yang kokoh, Akhlak, pada hakekatnya merupakan manifestasi akidah karena akidah yang kokoh berkorelasi positif dengan akhlakul karimah.

Mencermati Fenomena aktual di tengah masyarakat kita dapat memperoleh kesimpulan sementara bahwa sebagian hegemoni media secara umum, hegemoni televisi terasa lebih memunculkan dampak negatif bagi kultur masyarakat kita. Tidak dipungkiri adanya dampak positif dalam hal ini, meski terasa belum seimbang dengan “pengorbanan” yang ada.

Televisi yang sarat muatan hedonistis menebarkan jala untuk menjaring pemirsa dengan berbagai tayangan yang seronok penuh janji kenikmatan, keasyikan, dan kesenangan. Belum lagi penayangan film laga yang berbau darah, atau iklan yang mengeksploitasi aurat. Adanya sekat-sekat kultur dipandang tidak relevan di era global ini, sehingga sensor dipandang sebagai sesuatu yang aneh dan tidak diperlukan lagi.Menghadapi fenomena seperti ini hanya satu tumpuan harapan kita, yakni pendarahdagingan akhlak melalui keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Adanya fenomena sosial yang muncul dalam beberapa tahun belakangan ini membutuhkan terapi yang harus dipikirkan bersama. Banyaknya mall, maraknya hiburan malam, beredarnya minuman keras dan obat terlarang, munculnya amukan massa merupakan fenomena yang harus dicermati dan dicarikan solusi. Munculnya mall di kota-kota besar, satu sisi membuat orang betah berbelanja di ruang-ruang sejuk yang sarat dengan dagangan tertata rapi dan warna-warni, tetapi disisi lain sebagian mall mulai difungsikan untuk mejeng bagi ABG dan mencari sasaran “pasangan sesaat” dengan imbalan materi maupun kepuasan badani. Menghadapi kenyataan ini gerakan bina moral serentak untuk menanamkan akhlakul karimah serasa tidak dapat ditunda lagi.

Belum lagi munculnya tempat hiburan malam yang dilengkapi dengan minuman keras serta peredaran obat-obat terlarang yang banyak menimbulkan korban-korban generasi muda. Menghadapi persoalan ini di samping perlunya pengawasan orang tua terhadap putera-puterinya di rumah disertai contoh yang baik dalam berakhlakul karimah, juga diperlukan tindakan represif dari aparat terkait.

Upaya menumbuhkan-kembangkan akhlakul karimah merupakan taggung jawab bersama, yakni keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Keempat institusi tersebut memiliki tanggung jawab bersama untuk mendarah-dagingkan akhlakul karimah, terutama di kalangan generasi muda.

Hampir setiap hari melalui media masa kita disuguhi munculnya fenomena amukan massa di beberapa kota besar yang ditandai dengan pembakaran pusat pertokoan, penghancuran tempat ibadah, bahkan perusakan kantor polisi maupun berbagai kalangan. Untuk menghindari terulangnya serangkaian peristiwa amukan tersebut, di samping perlu dicari akar masalahnya dan diselesaikan, fenomena tersebut hendaknya dijadikan pemicu gerakan pendidikan moralitas bangsa, dengan menjadikan akhlakul karimah sebagai acuan utama.

Urgensi akhlak semakin terasa jika dikaitkan dengan maraknya aksi perampokan, penjambretan, penodongan, korupsi, manipulasi, dan berbagai upaya untuk cepat kaya tanpa kerja keras. Untuk mengatasi semua kenyataan tersebut tidak cukup hanya dilakukan tindakan represif akan tetapi harus melalui penanaman akhlakul karimah. Tanpa upaya prefentif, segala bentuk upaya represif tidak akan mampu menyelesaikan masalah, karena semua pelaku kejahatan selalu patah tumbuh hilang berganti.

Serangkaian fenomena “miring” tersebut merupakan dampak negatif dari modernitas yang ada di tengah-tengah kita. Hidup di era global ini tidak memungkinkan untuk melarikan diri dari kenyataan modernitas. Modernitas tidak perlu dijauhi, karena kesalahannya tidak terletak pada modernitasnya itu sendiri, tetapi pada tingkat komitmen nilai dari moralitas bangsa dan umat dalam merespon arus modernitas yang semakin sulit dibendung.

Di dalam menyongsong kemajuan zaman, bangsa Indonesia harus memiliki moral kualitas unggul. Bangsa yang unggul dalam perspektif Islam adalah bangsa yang berakhlakul karimah. Hal ini selaras dengan sabda Rasulullah

Artinya: “Sesungguhnya yang paling unggul di antara kamu adalah orang yang paling baik akhlaknya” (H.R. Bukhari).

Bahkan dalam Hadits lain Rasulullah bersabda:

Artinya: “Yang disebut bagus adalah bagus akhlaknya”. (H.R. Muslim).
Akhirnya, jelas urgensi pendarah-dagingan akhlak bagi bangsa yang mayoritas Muslim seperti bangsa Indonesia ini.

 

4.Yang termaksud dalam Akhlakul mazmumah

Adapun yang termaksud dalam akhlakul mazmumah atau qabihah adalah segala macam sikap dan tingkah laku yang tercela yang tidak disenangi oleh allah swt. antara lain; egoistis (al-ananiyah), lacur (al-baqhy), kikir(al-bukhl), dusta(al-buhtan), peminum khamar(al-khamar), khianat (al-khiyanat), aniaya (az-zhulm), pengecut(al-jubn), aniaya,perbuatan dosa besar(al-fawahisy), pemarah(al-qhadhab), curang dan culas (al-qhasyayu), mengumpat(al-qhibah), adu domba(an-namimah), menipu(al-qhurur), memperdaya, dengki (al-hasad), sombong (al-istikbar), mengingkari nikmat (al-kuhfr), homosex (al-liwath), ingin dipuji(riya), ingin didengar kelebihannya (as-sum’ah), makan riba (al-riba), berolok-olok(as-sikriyah), mencuri (as-siraqah), mengikuti hawa nafsu(as-syahwat), boros, tergopoh-gopoh, membunuh, penipuan, dusta, berlebih-lebihan, berbuat kerusakan, dendam, merasa tidak perlu pada yang lain dan lain sebagainya yang menunjukkan sifat-sifat yang tercela[1]

[1] Drs. M. Zein Yusuf, Akhlak-Tasawuf, Al-Husna, Semarang, 1993, hal.56

Razak,mansoer,dkk.,2011,Pendidikan Agama Untuk Perguruan Tinggi&Umum,uhamka press jakarta Hal 182

5.Ciri-ciri muslim yang modern

  • Berkembangnya sains
  • Adanya Penolakan terhadap Agama ,Karena mereka menggangap agama untuk melemahkan pola fikir.
  • Adanya kesadaran  menempatkan manusia sebagai titik sentral di jagat raya
  • Membuka nilai Perubahan dan penemuan
  • Sejarah awal dan perkembangan modern

1)Renaisance=>Kelahiran kembali dalam suatu keadaban.”Manusia dilahirkan kembali dalam menggunakan ilmu”.Contoh:Revolusi industry.

2)Aufklarung=>Masa pencerahan terhadap rasionanya.Semboyannya adalah “Hendaklah anda berfikir sendiri”[1].

  • Menjunjung tinggi HAM dalam memperoleh keadilan,kesempatan,serta hak dan kewajiban yang sama dan berasaskan demokrasi[2].

[1]Razak,mansoer,dkk.,2011,Pendidikan Agama Untuk Perguruan Tinggi&Umum,uhamka press jakarta Hal 14

[2] Kaelan dan Zubaidi, 2007.Pendidikan Kewarganegaraan,Yogyakarta:Paradigma, edisi pertama,hal 55

—————————————————————————————————————————-

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Dari uraian pembahasan di atas, maka dapat kita ambil sebuah kesimpulan bahwa akhlak merupakan sebuah keadaan dalam jiwa seseorang yang mendorong orang tersebut untuk melakukan suatu perbuatan yang tidak berlandaskan pikiran manusia. Selain dari itu, kita juga dapat menyimpulkan bahwa iman adalah suatu proses penegasan dalam hati, pengucapan dengan lisan dan pengamalan dengan perbuatan, Islam adalah suatu proses penghambaan diri kepada Allah sesuai dengan ketentua hukum yang benar, sedangkan ihsan adalah suatu proses dimana kita beribadah seolah-olah kita dilihat oleh Allah atau seolah-olah kita melihat Allah yang mengakibatkan bertambahnya kekhusyuan dalam beribadah. Selain itu juga kita dapat menyebutkan bahwa pembegian Akhlah terbagi menjadi dua yaitu akhlakul karimah(akhlak yang baik) dan akhlakul mazmumah(akhlak tercela).

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Sigit Ario Nugroho

Live Is an Adventure

ayo mendidik

Mengajar Sehari, Menginspirasi Seumur Hidup

Badarudin | PGSD FKIP UM Purwokerto

Pendidikan Merancang Masa Depan

#FDCG

the experience of life

sianakdesa

-just another part of me-

Fiazku

Kecerdasan Manusia Bodoh

ONOPIRO Weblog

Belajar merangkai kata-kata yang berserakan, semoga bermakna.

The Blues News

Chelsea FC: News, Transfer News & Rumors, Analysis - A Logical, Skeptical Chelsea Thesis.

Goalposts For Goalposts

All football, all of the time.

chelseanewsletter

a weekly news from Chelsea

Chelsea to Linköping

A blog on leaving London and my beloved Chelsea to finding my new team in Sweden Linköping FC

my passion

children, family, photography,fashion,travelling, friendship

Secrets and Stilettos

Fashion and Style blogger from South Africa

thegirlwiththeheadscarf

Fashion, styling,culture,lifestyle and so much more. BE INSPIRED

Toni Lazo | Filipino Photographer

Wedding, Portrait & Fashion

chameleonic.

i got style, puss.

Kitties + Couture

A San Francisco Fashion Blog

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,480 other followers

%d bloggers like this: